Addins
Previous
  • / Journalist / — Jum'at, 23 Maret 2012

    Ingin Menjadi Yang Terbaik

    suasana meriah di school contest ,saat itu para jurnalis berlomba-lomba mencari... Read more

  • / Putri Lingkungan / — Sabtu, 24 Maret 2012

    Cantik dan Cinta Lingkungan

    School Contest VI bergulir ke hari kedua. Di sore itu, pengunjung masih memenuhi... Read more

  • / Mading / — Jum'at, 23 Maret 2012

    Tunjukkan Bentuk Mahkota

    School Contest yang masih memasuki hari pertama, ramai dikunjungi banyak orang. Bahkan... Read more

  • / Photograph / — Jum'at, 23 Maret 2012

    Photografer Contest Sedot Photografer Muda

    Event School Contest sangat banyak diminati oleh para Photohografer muda SMP-SMA, hal itu... Read more

  • / Mading / — Jum'at, 23 Maret 2012

    Perang Mading VI Telah Dimulai

    hari pertama Final Party School Contest VI Honda-Radar Kediri 2012 resmi dibuka. Sebanyak... Read more

  • / Journalist / — Jum'at, 23 Maret 2012

    Pendapat Ketua Penyelenggara

    Joomla! 1.5 - 'Radar Kediri kembali menyelenggarakan School Contest untuk... Read more

Next

Jumat, Maret 23, 2012

Monumen Simpang Lima Gumul

Monumen Simpang Lima Gumul yang sebelum dibangun dikenal dengan nama Proliman, berada di Desa Tugurejo, Kecamatan Gampengrejo, Kediri, Jawa Timur, di pusat pertemuan lima jalan yang menuju ke Gampengrejo, Pagu, Pare, Pesantren dan Plosoklaten. Kediri, tempat dimana pernah berdiri sebuah kerajaan yang agung dengan akar budaya yang kuat, justru mendirikan sebuah monumen yang menyerupai Arc de Triomphe.

Jika Arc de Triomphe, diilhami Arch of Titus yang dibangun orang Romawi pada abad pertama, dibuat di Paris untuk menghormati mereka yang bertempur dan mati bagi Perancis dalam Revolusi Perancis dan Perang Napoleon, maka tidak jelas Monumen Simpang Lima Gumul Kediri ini dibuat untuk menghormati siapa, dan mengapa bupati yang memprakarsainya tidak membuat sebuah monumen agung yang mengambil bentuk dari akar budaya setempat.

Jalanan di sekeliling Monumen Simpang Lima Gumul yang cukup lebar dan ditata dengan baik, dengan jajaran pepohonan pakis yang memberi kehijauan namun tampak tidak akan cukup untuk memberi keteduhan bagi pejalan dari terik matahari Kediri.

Jika Arc de Triomphe maupun Arc de Titus memiliki lekuk dan detail ornamen yang indah, yang menunjukkan keseriusan pembuatan dan cita rasa seni budaya tinggi, maka tidak ada ornamen yang mengesankan pada Monumen Simpang Lima Gumul, kecuali relief sederhana yang konon menceritakan sejarah Kediri.